Kemana aku harus menuju? rasanya tak mau melangkah lagi, lemah, kehabisan tenaga aku. Tepat dipersimpangan aku terhenti, semua jalan itu menggiurkan. Mereka melambai sambil menawarkan mimpi dan harapan padaku.
" Kemarilah wahai manusia yang ditinggalkan cinta, aku akan mengobati rasa sakit dan kecewamu. Padaku ada mimpi dan harapan." bergantian mereka merayuku, meski sedang terengah saat itu.
suaranya demikian keras, demikian menggoda, begitu menggangguku.
"aku sudah muak", pikirku.
Aku mencoba mengumpulkan tenaga, berdiri dengan segala upaya dan berteriak semampu yang ku bisa. " diam kalian.., berhentilah mengoceh. Aku sudah muak dengan semua janji omong kosongmu. Aku benci harapan palsu itu, jangan lukai aku lagi. Hentikan wahai pembohong."
Semua jalan itu tercengang, mereka tertunduk, diam , malu. hening, tak ada suara.
kemudian samar-samar terdengar suara isak tangis. Begitu perih, begitu pilu,perlahan semakin jelas dan jelas...
wanita yang ditinggalkan cinta berkata:
" Aku begitu lelah. Sangat lelah. Jangan hiraukan aku lagi. Biarkan aku disini sementara. Aku terlalu takut memilih, aku hanya ingin sendiri . Tolonglah, beri aku waktu menyusun sedikit demi sedikit kepingan hatiku yang dihancurkan cinta. Hingga siap , siap untuk memilih jalan yang baru."
Aku, manusia yang ditinggalkan. Merebahkan diri dipersimpangan...
Tunggulah, aku akan melangkah setelah ini...