Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun dibawah langit ada waktunya. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaanNya dari awal sampai akhir...

Senin, 19 Maret 2012

Peluk Aku Ayah



Peluk aku Ayah, saat aku merasa sepi dan sendiri
Peluk aku Ayah, saat aku tertekan dan berbeban berat
Peluk aku Ayah, saat aku resah dan hampir hilang arah
Peluk aku Ayah, saat aku tak kuat lagi dan ingin menumpahkan airmata

Jumat, 24 Februari 2012

BANGKIT!!!




Kau dan aku sama-sama pernah jatuh, kita melakukan kesalahan yang mungkin tidak mudah untuk dimaafkan. Lihat, ada banyak mata memandang kearah kita saat ini. Jangan kau hiraukan mereka, yang merasa dirinya benar dan menertawakan kejatuhan kita. Aku salah, kau salah. Memang kita sama-sama salah, kita terlalu terlena. 

Selasa, 14 Februari 2012

“KAU BILANG JANGAN MENGHAKIMIMU, MAKA LEBIH BAIK AKU DIAM”


Untuk seorang teman…

            “Aku tidak ingin terlihat seperti pendakwa bagi orang lain!” jerit hatiku. Memang aku begitu keras pada hidupku, oke tidak hanya pada hidupku tapi juga pada hidup orang-orang disekitarku. Bukan bersikap sok suci, aku tau aku juga seringkali jatuh. Padahal berusaha untuk tidak jatuh, tetapi tetap jatuh juga. Karena aku ini lemah secara daging, hatiku senantiasa bergumul, sebab didalam roh sesungguhnya aku ingin hidup kudus. 

Rabu, 01 Februari 2012

Persimpangan

Kemana aku harus menuju? rasanya tak mau melangkah lagi, lemah, kehabisan tenaga aku. Tepat dipersimpangan aku terhenti, semua jalan itu menggiurkan. Mereka melambai sambil menawarkan mimpi dan harapan padaku.

" Kemarilah wahai manusia yang ditinggalkan cinta, aku akan mengobati rasa sakit dan kecewamu. Padaku ada mimpi dan harapan." bergantian mereka merayuku, meski sedang terengah saat itu.

suaranya demikian keras, demikian menggoda, begitu menggangguku.

"aku sudah muak", pikirku.

Aku mencoba mengumpulkan tenaga, berdiri dengan segala upaya dan berteriak semampu yang ku bisa. " diam kalian.., berhentilah mengoceh. Aku sudah muak dengan semua janji omong kosongmu. Aku benci harapan palsu itu, jangan lukai aku lagi. Hentikan wahai pembohong."

Semua jalan itu tercengang, mereka tertunduk, diam , malu. hening, tak ada suara.
kemudian samar-samar terdengar suara isak tangis. Begitu perih, begitu pilu,perlahan semakin jelas dan jelas...

wanita yang ditinggalkan cinta berkata:

" Aku begitu lelah. Sangat lelah. Jangan hiraukan aku lagi. Biarkan aku disini sementara. Aku terlalu takut memilih, aku hanya ingin sendiri . Tolonglah, beri aku waktu menyusun sedikit demi sedikit kepingan hatiku yang dihancurkan cinta. Hingga siap , siap untuk memilih jalan yang baru."

Aku, manusia yang ditinggalkan. Merebahkan diri dipersimpangan...

Tunggulah, aku akan melangkah setelah ini...

Selasa, 31 Januari 2012

Jangan Mengkotak-kotakkan Manusia


Sepertinya semua hal menekan aku, banyak kejadian-kejadian mengejutkan yang hampir membuat aku shock beberapa hari ini. Sesuatu yang tak pernah terlintas sama sekali dibenakku. Lalu kenapa ini terjadi? Aku dikejutkan dengan banyak hal yang menginginkanku membuat kesimpulan bahwa mereka yang menyakitiku adalah orang jahat. Sayangnya, aku tidak bisa berpikiran seperti itu. 

Aku Melihat Airmata Hari Ini

Aku melihat airmata hari ini, air mata kesedihan. Air mata ketidakmampuan dan keputusasaan. Aku selalu berpikir kalau orang yang suka menangis adalah orang yang lemah, aku selalu beranggapan air mata yang keluar membuat orang berpikir kalau kita rapuh,kita terlalu terbawa perasaan.. Tapi aku mulai mengerti,kadang kita juga butuh menangis. Menangis bukan karena kita lemah,menangis bukan karena putus asa tapi menangis karena kita ingin menangis.