Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun dibawah langit ada waktunya. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaanNya dari awal sampai akhir...

Senin, 06 April 2020

Aku Bertemu Lelaki Keren Malam Ini


Melihatnya membuatku tersenyum. Dia duduk tepat disampingku, kami terpisah dinding kaca, mataku tidak bisa berhenti memandang kearahnya. Mungkin dia tidak memperhatikanku tapi aku melihatnya sangat jelas. Dia jauh lebih muda dariku, tapi bodohnya aku, dia memberikanku semangat yang baru. Ajaibnya, aku dikalahkan oleh seorang anak muda yang dalam waktu beberapa menit saja mampu mengubah pikiranku tanpa sepatah kata. 

Duduk sambil menggenggam beberapa lembar koran, mungkin koran sisa yang belum laku sejak pagi. Dia sibuk membaca. Entah berita apa yang mengganggu pikirannya, entah karena berita entah karena dia menikmati membaca. Dengan pakaian lusuh dan kotor itu. Dia terus membaca saat orang-orang sibuk lalu lalang disekitarnya. Ketika aku melihatnya, aku melihat masa depan. Aku berpikir tentang seorang laki-laki yang tidak mengeluh tentang kerasnya hidup, yang tidak memaki keadaan, yang tidak menyalahkan siapapun dan tetap terus berjuang. Aku berdoa bagaimanapun kerasnya hidup dia tetap bertahan dan berjuang. Aku berpikir tentang laki-laki tangguh yang mengerti bahwa Tuhan tidak mungkin salah menempatkan orang.


Kamu tahu, lelaki keren itu sukses mempermalukan aku karena hari-hari ini aku sering mengeluh tentang hidup. Hidup penuh stress dengan semua tanggung jawab study dan pekerjaan. Aku merasa hidup ini menyebalkan. Aku benci ketika orang bicara tentang ideal dan menyenangkannya hidup mereka. Aku yang merasa sendiri bahkan ketika kamarku penuh ramai dengan suara dan teriakan anak-anak asramaku. Aku seperti punya duniaku sendiri dan kamu tau kadang terasa membosankan.



Malam ini aku berterima kasih pada anak muda itu. Aku melihat masa depan lewat kamu. Masa depan ku dan masa depan kamu. Kita jangan menyerah ya apapun yang kita lewati didepan. Kita memang tidak pernah bicara dan saling mengenal. Hai lelaki muda penjual koran, tetap semangat membaca. Kamu terlihat keren melakukannya.

Tidak ada komentar: