“ Tidak ada yang lebih mempesona daripada tingginya impian seorang laki-laki dan kerasnya tekad untuk meraih itu.
Aku perlu kamu, lelaki dengan hati sekuat baja dan
setegar batu karang. Aku ingin hidup dengan pemimpi, sebab aku juga seorang
pemimpi. Bagaimana kita membedakan batas mimpi dan realita? Karena kamu membuat
semua terlihat jelas dan impianku terasa begitu nyata. Aku, seorang pemimpi
yang kini tinggal pada impian pemimpi lain secara sadar (Lucid dream).