Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun dibawah langit ada waktunya. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaanNya dari awal sampai akhir...

Senin, 06 April 2020

Untuk Dia, Pemimpi Itu...


“ Tidak ada yang lebih mempesona daripada tingginya impian seorang laki-laki dan kerasnya tekad untuk meraih itu.
Aku perlu kamu, lelaki dengan hati sekuat baja dan setegar batu karang. Aku ingin hidup dengan pemimpi, sebab aku juga seorang pemimpi. Bagaimana kita membedakan batas mimpi dan realita? Karena kamu membuat semua terlihat jelas dan impianku terasa begitu nyata. Aku, seorang pemimpi yang kini tinggal pada impian pemimpi lain secara sadar (Lucid dream).

Aku Bertemu Lelaki Keren Malam Ini


Melihatnya membuatku tersenyum. Dia duduk tepat disampingku, kami terpisah dinding kaca, mataku tidak bisa berhenti memandang kearahnya. Mungkin dia tidak memperhatikanku tapi aku melihatnya sangat jelas. Dia jauh lebih muda dariku, tapi bodohnya aku, dia memberikanku semangat yang baru. Ajaibnya, aku dikalahkan oleh seorang anak muda yang dalam waktu beberapa menit saja mampu mengubah pikiranku tanpa sepatah kata. 

Perempuan Dibalik Tembok Kamar


Ada seorang anak perempuan, bersembunyi diantara tembok-tembok tertutup, kamarnya sendiri.
Mencintai kesunyian dan kesendirian. Menikmati waktu-waktu bersama dirinya sendiri. Tawa, tangis, sedih dan bahagia , aku adalah teman terbaikku katanya.

Sulit baginya mencerna bahwa berdua adalah BAHAGIA. Ia sudah bahagia dan memang ia bahagia. Tetapi dunia memaksanya keluar dari kesendirian sebab bagi mereka itu mencekam meski ia begitu mencintainya, kesunyian dan dirinya sendiri.